Nusantarabaru | Jakarta – Wakil Menteri Desa (Wamendes) Ir. Riza Patria menerima Ketua Yayasan Suku Pakpak Nusantara Farel Edward Lingga di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan outlet promosi Kopi Nusantara sekaligus pembangunan desa pertanian terpadu di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dengan menyiapkan sekitar 2.000 hektare lahan di tanah adat Pakpak. Dari luasan itu, 1.000 hektare direncanakan untuk penanaman jagung dan 1.000 hektare lainnya untuk sorgum. Selain tanaman pangan, terdapat program penanaman dan revitalisasi sekitar 1 juta pohon kopi Robusta di tanah Pakpak.
Farel mengatakan pengembangan pertanian terpadu tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat potensi ekonomi daerah.
Selain produksi komoditas pertanian, rencana pembukaan outlet promosi Kopi Nusantara di Jakarta dibahas sebagai salah satu upaya memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk kopi dari wilayah Pakpak kepada masyarakat yang lebih luas.
Program ketahanan pangan dan pengembangan pertanian tersebut juga direncanakan melibatkan unsur TNI dan Polri.

Dalam pertemuan dengan Wamendes, Farel Edward Lingga didampingi Tansa Trisna Madjid dan Manting, mantan anggota KPU selama dua periode.
Pengembangan lahan jagung, sorgum, serta revitalisasi perkebunan kopi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pemanfaatan potensi pertanian di tanah Pakpak.

