Nusantarabaru.co.id | Kendari – Bumi Anoa Nusantara Institute (BUANA Institute) akan menggelar seminar dan dialog kebudayaan bertajuk “Trilogi Moronene” di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat, 6 November 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Baruga Sampta Pesona, Aula Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, itu juga akan dirangkaikan dengan bedah buku Trilogi Moronene.
Panitia menargetkan sekitar 500 peserta dari kalangan pemuda, akademisi perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, serta pegiat dan pemerhati kebudayaan.
Dewan Pakar BUANA Institute sekaligus Founder Munara Foundation, Dr.(c) Kasra Jaru Munara, MSHRM, yang juga penulis buku Trilogi Moronene, dijadwalkan menjadi narasumber utama.
Diskusi akan melibatkan sejumlah tokoh adat dan budayawan Moronene, termasuk Mokole Anton Ferdinan, S.Pd.
Founder BUANA Institute sekaligus Ketua Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa (AMBA SULTRA), Stenly Diover, S.T., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program lembaga untuk memperkuat literasi kebudayaan di kalangan generasi muda Sulawesi Tenggara.
Menurut Stenly, forum tersebut diharapkan dapat memperkenalkan masyarakat, khususnya generasi muda, kepada Moronene sebagai salah satu identitas budaya Sulawesi Tenggara sekaligus mendorong kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
BUANA Institute berharap seminar dan dialog tersebut menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk membahas, mempelajari dan mempromosikan warisan budaya Moronene di tengah perkembangan modernisasi.

