Nusantarabaru | Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan U-Collect Box, teknologi yang dirancang untuk mengumpulkan, memantau, dan melacak minyak jelantah dari rumah tangga maupun usaha kecil.
Minyak jelantah yang selama ini menjadi limbah dapur tersebut dapat dikumpulkan untuk kemudian diolah menjadi bahan bakar alternatif. Teknologi ini mendukung pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel, renewable diesel, hingga sustainable aviation fuel (SAF).
BRIN menyebut sekitar 300 unit U-Collect Box telah beroperasi di Indonesia dan Thailand. Dari fasilitas tersebut, terkumpul sekitar 6.000 liter minyak jelantah yang kemudian menghasilkan sekitar 5.800 liter biofuel.
Pengembangan U-Collect Box diharapkan dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha kecil untuk tidak membuang minyak jelantah sembarangan. Selain mengurangi limbah, pengumpulan minyak bekas memasak juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Teknologi tersebut menjadi salah satu upaya mengembangkan ekonomi sirkular sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih rendah emisi melalui pemanfaatan limbah sebagai bahan baku energi terbarukan.

