Bandung, 23 September (NusantaraBaru) – Di Myloc Coffee & Cafe, Bandung, berlangsung acara spesial bertajuk Braga Bulan Purnama, Sabtu lalu, 21 September 2024.
Kegiatan ini dipersembahkan oleh Forum Literasi, Kreasi, dan Seni Asia Afrika (FLKSAA), bekerja sama dengan Asian African Reading Club (AARC) dan Bandung Leadership Connection.
Braga Bulan Purnama menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi bagi para pegiat literasi, kreasi, dan seni.
Dalam suasana hangat dan penuh kreativitas, acara ini mengusung tema perdamaian.
Beragam penampilan menarik turut menghidupkan suasana, mulai dari musik, pembacaan puisi, musikalisasi puisi, hingga talkshow dan sesi open mic.
Bahkan, peluncuran buku juga menjadi bagian dari acara yang disambut antusias oleh para hadirin.
Sejumlah seniman dan pegiat literasi turut tampil dalam acara ini, seperti Adew Habtsa dari AARC, Franky E. Lingga dari Bandung Leadership Connection, Boaz Herisanto, Profi Ubud, Hanifah dari U Music School, serta beberapa penampil lainnya yang turut memberi warna bagi acara tersebut.
Boaz Herisanto, salah satu penggerak literasi dari FLKSAA, menyampaikan dalam sesi talkshow bahwa rendahnya tingkat literasi di Indonesia turut menjadi penyebab banyaknya kerusuhan dan konflik, baik di tingkat nasional maupun global.
Hal ini juga menjadi salah satu alasan terbentuknya Forum Literasi, Kreasi, dan Seni Asia Afrika.
Ia mengajak masyarakat untuk gemar membaca dan menulis sebagai upaya meningkatkan literasi bangsa.

Sementara itu, Franky E. Lingga mengutip pernyataan Sekjen PBB, Antonio Guterres, yang disampaikan pada KTT ke-43 ASEAN pada September 2023.
Ia menegaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika, atau kesatuan dalam keberagaman, bukan hanya moto nasional Indonesia, melainkan kunci bagi dunia untuk membangun masa depan yang lebih baik dan harmonis.
Acara semakin semarak dengan kehadiran Desy dari PeaceGeneration Indonesia. Penampilannya menyajikan perspektif mendalam tentang perdamaian.
Melalui sesi open mic, Desy mengajak para peserta untuk merenungkan pentingnya memahami keberagaman, menolak kekerasan, dan memaafkan sebagai jalan menuju perdamaian yang hakiki.
Braga Bulan Purnama tidak hanya menjadi wadah kreatif, tetapi juga ruang refleksi bagi para peserta untuk memahami makna perdamaian di tengah keberagaman.
Melalui literasi dan seni, acara ini sukses menggugah kesadaran tentang pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan dunia yang damai dan harmonis. ***


